zwani.com
apa kabar kamu hari ini
salam hangat buat faithfredoom.org semoga bermanfaat bagi anda dan untuk non muslim ma’af bila ada kata-kata kurang berkenan Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu semoga allah swt membuka mata hati faithfreedom terhadap islam.
Image by Anime Myspace Comments
MyNiceProfile.com

Minggu, 10 Oktober 2010

Pelecehan Seks di Gereja Belanda Sudah Terjadi Sangat Lama Sekali


Pelecehan seksual juga terjadi di gereja Katolik di Suriname. Dennis Daniëls (52 tahun) adalah salah satu dari yang pertama mengajukan pengaduan.

PAMARIBO (voa-islam.com): Pada usia 4 tahun, dirinya yang bisu tuli jadi korban pelecehan seorang pastor Belanda. Laporan Sam Jones dan Anneke Polak.
Diskusi tentang pelecehan seksual di lingkungan gereja katolik Belanda membawa Daniëls menjadi yang pertama menceritakan kisahnya kepada Radio Nederland. Karena dia tuna rungu sejak lahir dan sulit bicara, wawancara dilakukan dengan bantuan saudara tirinya Peter Richelieu.
Masa kecil dan remaja Dennis dihabiskan di ibu kota Suriname, Paramaribo bersama neneknya, di Suriname ini masih banyak keturunan orang Jawa Indonesia. Saudara tirinya juga dibesarkan di sana. Neneknya bekerja sebagai pembersih sebuah paroki seorang pastor Belanda di pinggiran Paramaribo. Namun demikian nenek Dennis tidak pernah tahu soal pelecehan seksual itu. Peter juga belum lama tahu soal pelecehan seksual yang dilakukan si pastor.
"Pastor itu bilang, saya tak boleh menceritakan perbuatannya pada orang lain. Saya harus memuaskan si pastor. Itu terjadi di gereja ketika tidak ada orang." Pastor juga mendatangi Dennis di rumah dan mengajak dirinya pergi. Neneknya mengharuskan dia ikut, walaupun dirinya menolak.
Penyidikan
Di tahun 1970-an keluarga Dennis membawanya ke Belanda. Saat ini dia bekerja sebagai pengawas hutan di Belanda selatan. Dennis dan saudara tirinya ingin gereja Katolik di Suriname mengadakan penyidikan atas kasus itu, karena menurut mereka banyak anak lain yang juga jadi korban.
"Kamu harus cerita semuanya karena sekarang semuanya sudah terkuak, waktu itu hal ini sama sekali tidak dibicarakan."Dennis baru bercerita pada saudara tirinya tiga tahun lalu. Menurut keduanya, Wim de Becker, uskup Suriname, harus mengajukan permintaan maaf. Uang ganti rugi bukan tujuan utama, mereka menuntut pengakuan.
Tidak Bisa Tidur
Dennis Daniëls sering didera sakit kepala dan tidak bisa tidur, serta cepat marah. Menurutnya ini akibat pelecehan seksual yang dialami ketika dia masih berusia 4 tahun. [zak/rnw]

Paus Hanya Kirim Surat untuk Atasi Pelecehan Seks Anak di Gereja-Gereja


Paus menggunakan jurus andalannya apakah kalian mau mengikuti gerakannya di Gereja-Gereja (hehe....hehehe,.....hehjeh)

VATIKAN (voa-islam.com): Paus Benediktus yang sedang menghadapi meluasnya skandal pelecehan seksual terhadap anak oleh para pastor di Gereja Katolik Roma  Rabu (17/3) mengatakan ia berharap suratnya mengenai masalah itu akan "membantu pertobatan, penyembuhan dan pembersihan diri."

Paus Benediktus, yang berbicara dalam bahasa Inggris untuk para peziarah dan wisatawan di Bundaran St. Peter di Vatikan, mengumumkan bahwa pada Jumat (19/3) ia akan menandatangani surat pastoral yang telah lama ditunggu menyangkut kasus paedofilia di Irlandia.

Surat itu diperkirakan akan dipublikasikan pada Jumat atau Sabtu depan, kata sumber di Vatikan.

"Sebagaimana anda tahu, dalam beberapa bulan ini Gereja di Irlandia sangat terguncang akibat krisis pelecehan seksual terhadap anak-anak. Sebagai tanda keprihatinan saya yang dalam, saya telah menulis sepucuk surat pastoral yang bakal dapat memulihkan situasi yang menyakitkan ini," katanya.

"Saya minta anda semua untuk membacanya untuk anda sendiri, dengan hati yang lapang dan dengan spirit keyakinan. Harapan saya adalah bahwa hal itu akan membantu proses pertobatan, penyembuhan dan pembersihan diri," ujar Paus Benediktus.

Surat itu untuk rakyat Irlandia, yang merupakan pertama kali surat dari seorang Paus dicurahkan secara eksklusif terhadap kasus paedofilia, menyusul laporan yang menyudutkan pemerintah menyangkut pelecehan terhadap anak oleh pendeta di keuskupan Dublin.

Laporan Murphy, yang dipublikasikan pada November mengungkapkan bahwa Gereja di Irlandia "secara jelas" mendiamkan kasus pelecehan anak di keuskupan Dublin dari tahun 1975 hingga 2004, dan menerapkan kebijakan "jangan bertanya, jangan mengatakan."

Meskipun surat Paus Benediktus itu akan dikirimkan kepada rakyat Irlandia, namun diperkirakan surat itu akan menyinggung pula tentang dampak skandal paedofilia di sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, negara asal Paus Benediktus.

Setelah terungkap pelecehan seksual di gereja-gereja Irlandia, Belanda, Suriname  dan terakhir di Brazil, dimana lagi kira-kira akan terungkap? Apakah di Indonesia juga? [zak/EB]

Akhirnya Paus Minta Maaf kepada Korban Pelecehan Seks Pastor di Irlandia


Akhirnya Paus Minta Maaf kepada Korban Pelecehan Seks Pastor di Irlandia

VATIKAN (voa-islam.com) - Akhirnya, Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Benediktus, pada Sabtu (20/3/2010) menyampaikan permintaan maaf kepada anak-anak yang jadi korban pelecehan seksual (pedofilia) oleh pastor di Irlandia. Padahal pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedofilia) oleh Pastor itu sudah terjadi sejak 36 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1975.

Paus juga mengumumkan penyelidikan formal Vatikan terhadap Keuskupan Roma Katolik Irlandia dan seminari tempat skandal pelecehan seksual terhadap anak-anak tersebut.

Dalam beberapa pekan belakangan ini, Vatikan berusaha menahan diri menyangkut meluasnya skandal pelecehan terhadap anak-anak oleh oknum pastor di beberapa negara Eropa mencakup Irlandia, Jerman, Austria dan Belanda.
...Vatikan berusaha menahan diri menyangkut meluasnya skandal pelecehan terhadap anak-anak oleh para pastor di  Eropa mencakup Irlandia, Jerman, Austria dan Belanda...
"Kalian telah menderita secara memalukan dan saya benar-benar meminta maaf. Saya secara terbuka menyatakan sangat merasa malu dan penyesalan yang dalam yang kita semua merasakannya," kata Paus Benediktus dalam surat terbuka kepada rakyat Irlandia mengenai kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh uskup di Irlandia.

Surat itu, yang ditujukan kepada rakyat, para uskup, pastor, dan para korban pelecehan di negara yang berpenduduk mayoritas Katolik, tersebut tidak menyinggung tentang pelecehan serupa negara-negara lain, terutama negara asal Paus Benediktus, Jerman.

Pada Rabu lalu, dalam pidatonya di hadapan para peziarah dan wisatawan di Bundaran St. Peter di Vatikan, Paus Benediktus mengatakan ia berharap suratnya itu akan "membantu pertobatan, penyembuhan dan pembersihan diri."

"Sebagaimana Anda tahu, dalam beberapa bulan ini gereja di Irlandia sangat terguncang akibat krisis pelecehan seksual terhadap anak-anak. Sebagai tanda keprihatinan saya yang dalam, saya telah menulis sepucuk surat pastoral yang bakal dapat memulihkan situasi yang menyakitkan ini," katanya.

"Saya minta Anda semua untuk membaca surat itu dengan hati yang lapang dan dengan semangat keyakinan. Harapan saya adalah bahwa hal itu akan membantu proses pertobatan, penyembuhan dan pembersihan diri," ujar Paus Benediktus.

Surat kepada rakyat Irlandia, yang merupakan pertama kali dalam sejarah kepausan itu menitikberatkan pada kasus pedofilia, menyusul laporan-laporan yang menyudutkan pemerintah Irlandia menyangkut pelecehan terhadap anak oleh pendeta di Keuskupan Dublin.

Laporan Murphy, yang dipublikasikan pada November mengungkapkan bahwa gereja di Irlandia "secara jelas" mendiamkan kasus pelecehan anak di Keuskupan Dublin dari tahun 1975 hingga 2004, dan menerapkan kebijakan "jangan bertanya, jangan mengatakan."

Meskipun surat Paus Benediktus ditujukan kepada rakyat Irlandia, namun berdampak pula bagi skandal pedofilia di sejumlah negara Eropa termasuk Jerman.
Permintaan Maaf Paus Tak Bisa Mengobati Luka Korban Pelecehan Seks Pastor

Apakah surat permintaan maaf paus itu mampu memulihkan beban psikologis anak-anak korban pedofilia para Pastor Katolik? Apakah surat permintaan Paus itu sedemikian sakti, sehingga kesucian mental anak-anak yang terkoyak oleh para Pastor gila seks itu bisa disembuhkan seperti sedia kala?
Para korban pelecehan seksual oleh pastur Irlandia mengatakan bahwa surat Paus Benediktus gagal mengobati luka mereka. Meski secara tegas Paus mengaku “malu dan menyesal”.

Surat Paus, oleh para keluarga korban dan pemrotes dianggap tak menjawab permasalahan yang ada. Skandal pelecehan seksual oleh imam di Gereja Katolik Roma terhadap anak-anak itu telah mengobarkan protes di Irlandia dan negara lainnya, termasuk Jerman, Austria dan Belanda.

Sebaliknya, Pastur Katolik Irlandia menyambut surat Paus Benedict XVI. Mereka mengatakan hal itu membuka jalan bagi sebagai "musim kelahiran kembali", tetapi dalam kampanye protes mengatakan bahwa tanggapan atas skandal yang telah mengguncang Gereja di Irlandia itu masih meninggalkan banyak pertanyaan tak terjawab.

Tapi salah satu kelompok kampanye pemrotes, One in Four, mengatakan permintaan maaf untuk tindakan "keji" adalah jalan menghentikan atau membungkam mereka ketika mereka mencoba mengeluhkan perlakuan otoritas Gereja. "Kurangnya permintaan maaf dari mereka (pastur) adalah sangat menyakitkan," kata direktur eksekutif Maeve Lewis.

Dalam lima tahun terakhir, Irlandia telah diguncang tiga peradilan pelecehan seksual dan kekejaman oleh pastur dan upaya otoritas gereja untuk membungkam para korban. [taz/ant, temp]

Tangkap dan Adili Paus Benediktus!


LONDON (voa-islam.com) — Terkait maraknya skandal seksual di Gereja Katolik, seorang ilmuwan, penulis dan aktivis anti-agama asal Inggris, Richard Dawkins akan berupaya melakukan penangkapan terhadap Paus Benekdiktus XVI, ketika Paus berkunjung ke Inggris tanggal 16-19 September 2010 mendatang.


Penangkapan dimaksudkan agar Paus bisa menghadapi pertanyaan-pertanyaan mengenai skandal pelecehan anak di gereja Katolik. Ide gila ini dikemukakan hari Ahad (11/4) waktu setempat.

Untuk itu, Dawkins meminta pengacara hak asasi manusia mengkaji apakah tuntutan bisa diajukan terhadap Paus.

Sesuai jadwal, kunjungan paus selama empat hari sejak 16 September 2010 itu akan menjadi lawatan pertama Paus sejak kunjungan pastoral Paus Yohanes Paulus II tahun 1982 dan merupakan kunjungan resmi pertama Paus ke Inggris.
      
Dawkins dan wartawan Inggris, Christopher Hitchens, menugasi pengacara Geoffrey Robertson dan Mark Stephens untuk menjajaki cara-cara melakukan tindakan hukum terhadap Paus.
… ada tiga pendekatan yang memungkinkan tindakan hukuman terhadap Paus: pengaduan ke Pengadilan Kejahatan Internasional di Belanda, penuntutan pribadi atau umum "atas kejahatan kemanusiaan", atau kasus sipil…
Dalam pernyataan e-mail kepada media, Stephens mengatakan, ada tiga pendekatan yang memungkinkan tindakan hukuman terhadap Paus: pengaduan ke Pengadilan Kejahatan Internasional di Belanda, penuntutan pribadi atau umum "atas kejahatan kemanusiaan", atau kasus sipil.
      
Mereka akan berargumentasi bahwa Paus tidak memiliki kekebalan diplomatik dari penuntutan selaku kepala negara karena Vatikan memiliki "status pengamat permanen" di PBB, tidak memiliki keanggotaan penuh atau hak suara.
      
Dawkins, penulis "The God Delusion" dan "The Selfish Gene", mengatakan kepada surat kabar Sunday Times, ia mencurigai kasus pelecehan anak yang dilakukan oleh anggota-anggota gereja telah ditutup-tutupi.
      
Hitchens, yang menerbitkan sebuah buku tahun 2007 berjudul "God Is Not Great: The Case Against Religion", mengatakan, "Orang ini (Paus) tidak berada di atas atau di luar hukum. Tindakan kelembagaan menutup-nutupi pelecehan anak merupakan kejahatan menurut hukum."
      
Pengecam menuduh Benediktus lalai menangani kasus-kasus pelecehan dalam peran sebelumnya selaku kardinal di negara asalnya, Jerman, dan di Roma.

Akhir-akhir ini Gereja Katolik di seluruh dunia dihantui wabah pelecehan seksual terhadap anak-anak (pedofilia) yang dilakukan oleh para pastor, uskup dan biarawan di Irlandia, Jerman, Austria, Belanda, Denmark, Swiss, Amerika Serikat, dll.
Meski Vatikan selalu menolak klaim bahwa Paus menutup-nutupi pelecehan yang dilakukan para pastor, akhirnya, Paus Benediktus XVI menulis menerbitkan Surat Pastoral, Jumat (19/3/2010) yang menyesalkan dan mengecam para pastor dan uskup pedofil di Irlandia. Dalam surat sebanyak 18 lembar tersebut, Paus menganggap kasus tersebut sebagai kejahatan yang serius.  [taz/rpb, kmp, dbs]

Awas … kaligrafi injil


 
Bisa dipastikan, hampir tak seorang pun umat Islam yang tidak menyukai kaligrafi Islam yang memuat ayat-ayat tertentu dari Al-Qur an. Misalnya, kaligrafi khat Arab bacaan Allah, Muhammad, Basmalah, ayat Kursi, surat Al-Fatihah, dsb. Ini adalah hal yang baik dan perlu dilestarikan. Sebab memajang ayat-ayat dengan tulisan indah di rumah adalah salah satu ekspresi kecintaan kepada Al-Qur’an.
Tetapi, untuk kaligrafi model satu ini dan kaligrafi lainnya yang sejenis, kaum Muslimin jangan tertipu oleh musang berbulu ayam. Sebab kaligrafi ini pun indah dan dijual bebas di berbagai toko buku. Kaligrafi melingkar ukuran setengah meter persegi ini bagian tengahnya bertuliskan ‘abana’ yang berarti bapa kami . Dalam teologi Kristen, kata ini berarti Allah (Allah Bapak). Bila dibaca dengan teliti, maka bacaan yang lengkap adalah abana alladzi fis-samawati… dst. Tanyakanlah kepada ustadz yang hafal Al-Qur’an, ayat tersebut ada di surat apa dan ayat berapa? Pasti ustadz tersebut akan geleng-geleng kepala seraya menjawab bahwa itu bukan ayat Al-Qur’an.
Jawaban ini tepat sekali, karena kaligrafi ini bukan Al-Qur’an, tapi ayat Bibel, salah satunya adalah tepatnya Injil Matius pasal 6 ayat 9-13…
Entah sudah berapa banyak kaum Muslimin yang menghiasi rumahnya dengan ayat Bibel berupa kaligrafi kristiani tersebut, mengingat kaligrafi itu dijual di seluruh Indonesia . Padahal sebutan Bapak Kami kepada Allah SWT adalah kesalahan besar yang bertentangan dengan Al-Qur’an surat Al-Ikhlash.
lihat kaligrafi dibawah ini :
artinya : ” Cintailah musuh-musuh kalian dan berkahilah orang yang mencela kalian, berbuat baiklah kepada orang yang memusuhi engkau, dan sambunglah silahturahim kepada orang-orang yang berbuat jelek kepada engkau dan orang-orang yang mengusir engkau agar menjadi anak-anak bapak kamu yang ada di surga.” (injil matius 5 : 44-45)
Ingat…………..!!! 
Kristenisasi dengan Berkedok Islam adalah cara yang paling ampuh saat ini untuk me-MURTAD-kan umat Islam. 
waspadalah……………!!! 
tolong sebarkan informasi ini kepada saudara-saudara MUSLIM lainnya, terima kasih

PROGRAM JANGKA PANJANG KRISTENISASI DI INDONESIA


(dari Media Dakwah, Juni 1990, hal 38-40)

INI RENCANA MEREKA, APA JAWAB KITA?
PROGRAM JANGKA PANJANG KRISTENISASI DI INDONESIA
KEPUTUSAN DEWAN GEREJA INDONESIA DI JAKARTA
Program Kristenisasi diatur hampir diseluruh dunia terutama
dinegara-negara muslim. Dunia ini akan damai apabila seluruh
dunia berhasil dikristenkan. Inilah yang menjadi tujuan kita umat
Kristen. Untuk tujuan tersebut kita umat Kristen Indonesia harus
bersatu. Usaha mengkristenkan orang Islam di Indonesia didukung
oleh negara-negara yang kuat seperti Amerika, Inggeris dan
lain-lain. Kita umat Kristen akan dengan mudah mendapatkan dana,
setiap saat dari Amerika.
Program Kristenisasi ini adalah tugas kita yang suci dan
kita harus berhasil dalam melaksanakannya. Dan lagi yang penting
bagi umat Kristen adalah kita bersatu dahulu. Kita umat Kristen
di Indonesia selalu dicintai, diberkati dan dilindungi oleh
Yesus.
KONSEP-KONSEP, TUJUAN DAN KEGIATAN KRISTENISASI DI INDONESIA
MENGURANGI JUMLAH UMAT ISLAM DI INDONESIA
Sesuai dengan data statistik umat Kristen di Indonesia berjumlah
7 juta. Rencana kita populasi umat Kristen harus sama dengan
jumlah umat Islam dalam waktu 50 tahun. Untuk mencapai tujuan
tersebut gereja-gereja Indonesia harus memberikan instruksi
kepada semua anggota umat Kristen sebagai berikut.
1. Keluarga berencana, pembatasan kelahiran atau pengurangan
terencana bagi kelahiran anak harus secara ketat dilarang untuk
umat Kristen dan harus dipropagandakan bahwa setiap orang Kristen
yang mempraktekkan keluarga berencana akan menanggung dosa dan
melawan doktrin gereja. Oleh karena itu tidak akan dicintai oleh
Tuhan. Barang siapa yang melakukan pembatasan kelahiran akan
dianggap sebagai pembunuh umat Kristen dan telah hilang
kemuliaannya. Pembatasan kelahiran hanya dapat dilakukan apabila
mendapat persetujuan gereja dengan perlindungan kesehatan bagi
orang Kristen tersebut yang dalam bahaya kematian.
2. Propaganda pembatasan kelahiran dan keluarga berencana bagi
orang Islam harus sangat intensif dilakukan dan didorong dengan
berbagai cara. Diwilayah muslim plakat berisi slogan dan nasehat
untuk KB dan pembatasan kelahiran harus ditempel dimana-mana
untuk mengingatkan orang Islam dan mempraktekkan hal tersebut.
Tapi diwilayah Kristen propaganda ini harus secara ketat
dilarang. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan ini 75% dari
seluruh dokter dan perawat diseluruh rumah sakit harus orang
Kristen dan mereka harus diberi kuasa mutlak untuk mengelola
kontrasepsi bagi orang muslim.
3. Keinginan orang Kristen untuk mempunyai anak banyak harus
dibantu dan bagi mereka yang miskin harus diberi fasilitas baik
secara materil maupun moril. Kita harus memberi kesempatan kerja
diseluruh Indonesia bagi orang-orang Kristen dan menolak atau
membatasi secara ketat kesempatan kerja bagi orang Islam.
4. Perintahkan kepada dokter dan perawat untuk merawat secara
cepat dan khusus bagi pasien Kristen. Orang Kristen yang miskin
harus ditolong pertama kali. Perlakuan ini jangan dilakukan
terhadap pasien umat Islam dan bagi orang Islam harus dikenakan
biaya yang mahal.
5. Masyarakat Kristen harus menyediakan rumah sakit sebanyak
mungkin untuk mencapai tujuan diatas.
6. Gereja secara ketat melarang penguasa tanah Kristen untuk
menyewakan atau menjual bangunan-bangunan, rumah-rumah, toko-toko
bagi orang Islam. Mereka yang tidak mentaati ini tidak akan
mendapat berkat dari Tuhan dan diboikot oleh gereja sampai mati.
Itu semua adalah tujuan umat Kristen baik penguasa tanah atau
bukan, untuk mengusir keluar semua orang Islam dari tempat
tinggal yang dimiliki orang Kristen. Dengan penerapan poin-poin
ini ratio umat Kristen-Islam pada populasi di Indonesia akan
berubah. Dengan demikian jumlah orang Islam Indonesia akan
berkurang sedang jumlah umat Kristen akan bertambah.
RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG EKONOMI.
Kita umat Kristen harus saling membantu satu sama lain dan
bersikap cukup darmawan. Kita harus memberikan lahan atau sewa
bagi pengusaha Kristen yang ingin membuat bangunan. Dan
orang-orang Kristen yang kaya harus membantu misi-misi
kristenisasi yang dilakukan oleh Dewan Gereja Indonesia di
Jakarta. Dana ini dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi sosial
dari umat Kristen di Indonesia dan untuk meyakinkan bahwa
kristenisasi telah berjalan begitu jauh. MENURUT STATISTIK, LEBIH
DARI 80% KESEIMBANGAN KEKUATAN INTERN TELAH BERADA PADA UMAT
KRISTEN. Kita mementingkan ketaatan dari umat Kristen untuk
menyangga dan melindungi keseimbangan kekuatan yang menguntungkan
dimasa yang akan datang. Dalam persoalan memperkuat pertahanan,
masyarakat etnis Cina adalah sasaran kita, karena relatif lebih
mudah untuk mengubah orang-orang Cina. Orang-orang Cina harus
dilindungi sebaik mungkin karena pengaruhnya di Indonesia
menguntungkan orang-orang Kristen, Oleh karena itu kita
mengingatkan orang-orang Kristen yang menjabat dikantor-kantor
pemerintah untuk berhubungan baik dengan orang Cina dan
orang-orang Kristen secara ketat dilarang mempunyai hubungan
dengan orang Islam kecuali menguntungkan orang Kristen.
RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG PENDIDIKAN
Standar pendidikan gereja harus lebih diperbaiki dari sebelumnya,
karena orang Islam telah memperbaiki sistem dan standar
pendidikan di masjid-masjid dan sekolah-sekolah agama dengan
meniru gereja-gereja Kristen kita. Kita harus melihat, bahwa para
guru dan para instruktur dibidang akademi militer, sekolah
kedokteran dan sekolah keteknikan seperti juga fungsionaris
pemerintahan dikontrol 75% oleh orang Kristen. Sistem yang
diterapkan dari taman kanak-kanak sampai universitas harus
dibawah kontrol orang Kristen. Ujian masuk harus dibuat mudah
bagi orang Kristen dan dipersulit bagi orang Islam. Jumlah
bangunan sekolah harus dibatasi sehingga tidak banyak orang-orang
Islam yang mendapatkannya. Semua tempat-tempat pendidikan harus
diisi oleh orang Kristen sehingga murid-muridnya mayoritas
Kristen. Pendaftaran harus dilakukan sampai perbandingan
Kristen:Islam adalah 5:1. Orang orang Kristen harus membantu
pemerintah untuk mengurangi dan membatasi pengadaan
akademi-akdemi Islam dan universitas-universitas Islam untuk
mengurangi dihasilkannya intelektual muslim di Indonesia.
RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG POLITIK
Kita orang Kristen harus bisa menjamin bahwa kebijaksanaan
pemerintah selalu berorientasi ke Barat terutama orientasi ke
Amerika. Anda semua harus tahu bahwa partai GOLKAR dan
pemerintahan GOLKAR berorientasi ke Amerika. Karena itulah kita
memberikan instruksi kepada orang-orang Kristen untuk masuk
GOLKAR dan membuatnya berjaya dalam Pemilihan Umum. Semua orang
Kristen harus tahu bahwa GOLKAR adalah partai orang Kristen dan
partai inilah yang membuat kita umat Kristen berjaya di Indonesia
RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG INFORMASI
Lapangan informasi harus dikontrol paling tidak 75% oleh orang
Kristen, karena informasi merupakan persenjataan yang paling
tajam untuk mengontrol umat Islam. Dengan propaganda/informasi,
kita dapat meremehkan atau menganggap kecil umat Islam dan
menggiringnya agar menjadi tidak berarti dalam kancah nasional.
Kita harus tahu bahwa surat kabar, radio, dan TV selalu menulis,
menyiarkan kejadian-kejadian sedemikian rupa untuk memberi kesan
buruk tentang Islam dan ummatnya serta untuk menciptakan
pertikaian diantara mereka. Slogan kita adalah “Bikin orang Islam
berkelahi satu sama lain dan pecah satu sama lain, kontrol dan
kendalikan kehidupan mereka”. Semua koran dan media cetak di
Indonesia ada dipihak kita dan harus digunakan sebaik-baiknya
untuk menyebarkan propaganda agar persatuan umat Islam terpecah
belah.
RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG PEMBANGUNAN, PERBAIKAN DAN
PENGEMBANGAN.
Pastikan bahwa pembangunan dan pengembangan ditempatkan
didaerah-daerah yang dihuni oleh orang-orang Kristen seperti
Indonesia bagian timur. Kita telah melihat bahwa pemerintahan
pusat di Jakarta mempunyai kebiasaan memberi kesempatan bagi
perwira-perwira ABRI yang Kristen untuk menduduki jabatan dan
posisi penting didaerah-daerah sebagai gubernur, bupati dan
lain-lain, dan nama mereka berubah menjadi nama Islam dan
kadang-kadang bertitle “haji” untuk mengelabui umat Islam
setempat agar kehadirannya bisa diterima.
RENCANA KRISTENISASI DI BIDANG HUKUM DAN UNDANG-UNDANG.
Umat Kristen tentu saja diperkenankan untuk bertingkah melawan
hukum dengan dalih mendukung kepentingan negara. Semua orang
Kristen sekarang mengisi/menduduki mayoritas hakim, jaksa dan
sidang perorangan di Indonesia. Dengan ini dianjurkan agar
memutuskan orang Kristen benar dan orang Islam selalu
dipersalahkan. Kalau perlu dihukum yang lebih berat, walaupun
orang Kristen sebagai tertuduh.
KEPUTUSAN MASALAH INTERNAL DALAM PEMERINTAHAN
Permintaan-permintaan kita harus dibuat sebaik mungkin
didalam pemerintahan itu sendiri:
1. Pemerintah harus bersedia mengakui status bishop sebagai
petugas protokol negara dan bishop harus mempunyai hak untuk
didengar oleh penguasa.
2. Semua menteri yang penting harus diangkat berdasarkan mandat
dari orang-orang Kristen.
3. Abri harus selalu dimanuver untuk selalu bermusuhan dengan
Islam dan kita mendapat keuntungan dari keadaan yang demikian.
4. Pemuda Kristen sebanyak mungkin harus masuk ke profesi
militer.
5. 75% kepala dari departemen-departemen yang ada dipemerintahan
harus disusun oleh pejabat ex militer yang beragama Kristen.
6. 75% Kepala seluruh agen-agen sipil dan pemerintahan propinsi
harus orang Kristen.
7. Sebagai orang yang menentukan prinsip tertinggi, semua orang
Kristen dipemerintahan baik menteri, gubernur atau yang umum
atau prajurit rendahan, harus menurut perintah bishop.
8. Umat Kristen harus punya radio transmitter nasional sebagai
miliknya untuk propaganda yang ampuh.
9. Di daerah-daerah dimana muslim merupakan mayoritas harus ada
orang Kristen yang diangkat secara konstan untuk mengevaluasi
kelemahan-kelemahan orang Islam.
(tamat)
Note:
*) Disadur dari majalah Crescent International, terbitan Toronto, Canada edisi 16-30 November 1988 hal 8.
Mediah Dakwah Juni 90 juga memuat naskah asli majalah Crescent International.
Sesudah Dokumen Rahasia ini dipublikasikan dalam Media Dakwah No.192,Zulqa’idah 1410/Juni 1990, Sekretaris Umum Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja Indonesia, Pdt.Dr.J.M. Pattiasina, mengirimkan surat bantahan.
Dalam surat bantahan yg dimuat dalam Media Dakwah No.193, Zulhijjah 1410/Juli 1990 itu, Pattiasina antara lain menyatakan bahwa, “tulisan tersebut baik secara tersurat maupun tersirat sama sekali tidak mengandung kebenaran.”
Menjawab bantahan Pattiasina, Media Dakwah menulis sbb :
“Naskah yg anda maksudkan, memang kami sadur sepenuhnya dari majalah Crescent International, Toronto, Canada, edisi 16-30 November 1988, halaman 8, tanpa dikurangi apalagi dilebih-lebihkan. Bahwa kami tidak mengecek kepada anda, karena tulisan ini sudah lama sekali beredar di luar negeri, dalam bahasa Inggris dicetak di Canada, disebarluaskan dari London, dan beredar secara internasional termasuk di Asia, Malaysia, sampai Indonesia, tanpa bantahan dari PGI.
Adapun tentang kebenaran isi informasi tersebut, tentu kami serahkan sepenuhnya kepada para pembaca utk membandingkannya dg kenyataan yg ada dalam masyarakat.
Bagaimana juga, kami berterimakasih atas tanggapan anda.”

Inilah Berbagai Cara Kristenisasi yang Dilakukan di Indonesia


Berbagai cara ditempuh untuk melancarkan proyek kristenisasi. Ada yang memalsukan Al-Quran, pendeta mengaku haji, sampai upaya memurtadkan kiai ternama. Ada pula tokoh Muslim yang “mendukung” kristenisasi.
Kawin antar-agama hanyalah salah satu cara kristenisasi. Lainnya, banyak. Kaum misionaris dan zending perlu menempuh berbagai macam cara karena selama ini merasa gagal. Kini, kristenisasi lebih diprioritaskan untuk menjauhkan ummat Islam dari agama, baru kemudian memurtadkannya. Abu Deedat merujuk pada Al-Quran Surat Al-Baqarah: 109, “Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman…” Juga Al-Baqarah: 120, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.”
Sinyalemen Al-Quran itu memang benar. Dalam Konferensi Misionaris di kota Quds (1935), Samuel Zweimer, seorang Yahudi yang menjabat direktur organisasi misi Kristen, menyatakan, “Misi utama kita bukan menghancurkan kaum Muslimin sebagai seorang Kristen, namun mengeluarkan seorang Muslim dari Islam agar jadi orang yang tidak berakhlaq sebagaimana seorang Muslim. Tujuan kalian adalah mempersiapkan generasi baru yang jauh dari Islam, generasi yang sesuai dengan kehendak kaum penjajah, generasi malas dan hanya mengejar kepuasan hawa nafsu.”
Plesetan Al-Qur’an
Al-Quran, sebagai tuntunan hidup ummat Islam, kini dimanfaatkan sebagai sarana kristenisasi. Tentu saja bukan Al-Quran sungguhan, tapi palsu. Salah satunya adalah The True Furqan, yang sempat beredar di internet dan menggegerkan publik Jawa Timur, awal Mei lalu. Dalam Al-Quran buatan Evangelis (Ev) Anis Shorrosh itu, ada surat bernama Al-Iman, At-Tajassud, Al-Muslimun, dan Al-Washaya yang isinya memuji-muji Yesus.
Selain ada Al-Quran palsu, juga bertebaran buku-buku plesetan ayat-ayat Al-Quran dan Hadits. “Cara ini yang sekarang paling banyak terjadi. Pemberian Indomie atau bantuan uang sudah tidak manjur lagi,” tutur Abu Deedat.
Kenapa cara itu ditempuh? Dalam wawancara dengan majalah Jemaat Indonesia (edisi 4 Juni 2001), Pdt R Muhamad Nurdin —Muslim murtad— menyebut trik itu sebagai cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. “Saya membuat buku agar dibaca umat Kristen, kemudian disalurkan kepada umat beragama lain. Saya tulis untuk kalangan sendiri, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Demikian bagi orang Yahudi aku seperti orang Yahudi, supaya aku memenangkan orang Yahudi. Itu cara yang hati-hati dalam merebut hati kaum Muslimin. Jangan sampai ada vonis mati seperti untuk Suradi dan Poernama,” ujarnya. Dua nama terakhir adalah pendeta yang divonis mati oleh Forum Ulama Ummat (FUU) Bandung karena menghina agama Islam.
Buku-buku Nurdin laku keras. Dalam tiga tahun, 5000 eksemplar ludes. Hasilnya, menurut penuturan Wakil Gembala Gereja Kristen Maranatha Indonesia (GKMI) Rawamangun Jakarta ini, banyak orang Islam yang akhirnya menerima Yesus alias murtad. “Bahkan ada yang menjadi penginjil.”
Contoh buku karangan Nurdin adalah Ash-Shadiqul Masdhuq (Kebenaran yang Benar), As-Sirrullahil Akbar (Rahasia Allah yang Paling Besar), dan Ayat-ayat Penting dalam Al-Quran.
Selain buku, juga bermunculan brosur atau pamflet sejenis lembar Jumat. Judul yang dipilih pun seolah-olah Islami.
Misalnya “Allahu Akbar Maulid Nabi Isa as”, “Kesaksian Al-Quran tentang Keabsahan Taurat dan Injil”, dan “Siapakah yang Bernama Allah itu?” Bertebaran pula stiker kaligrafi Arab yang isinya pujian kepada Yesus.
Buku dan brosur itu diterbitkan oleh Yayasan Jalan Al-Rachmat, Yayasan Christian Center Nehemia Jakarta, Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiah (YPPA), Dakwah Ukhuwah, dan Iman Taat kepada Shiraathal Mustaqiim.
Anak-anak sekolah juga menjadi sasaran empuk. Siti Muflikhah, santri Pesantren At-Taqwa Bekasi, pernah mendapat surat berisi komik anak-anak dari sebuah lembaga yang menamakan diri Klab17. Di bagian awal, komik itu berisi cerita keseharian anak-anak. Namun di bagian akhir ada pernyataan, “Saya percaya akan Engkau, Yesus sebagai juruselamat saya.”
Mengaku Mantan Haji
Bidang kesehatan juga dibidik. Ini antara lain dialami keluarga Hartono, warga Kupang, Surabaya. Istrinya, Jam’iyah, sakit dan dirawat di RS RKZ Surabaya. Biaya yang harus dikeluarkan selangit sehingga Hartono yang cuma bekerja sebagai mandor kontraktor kebingungan. Datang misionaris menawarkan bantuan biaya pengobatan. Namun ada syaratnya: masuk Kristen. Hartono terpikat. Suami istri itupun akhirnya menjadi penganut Kristen.
Cara yang cukup sulit diidentifikasi adalah tipu daya dengan meniru adat atau kebiasaan komunitas Muslim. Di Cirebon, ada kelompok qasidah yang menyanyikan puji-pujian kepada Yesus.
Hal serupa juga dilakukan jemaat Kanisah (Kristen) Ortodoks Syiria (KOS) yang menyelenggarakan tilawatul Injil, memakai peci, ibadahnya mengamalkan shalat 7 waktu, memakai sajadah, dan mendendangkan qasidah.
Duta-duta Injil (begitu kalangan Kristen menyebutnya —red) juga berani mengaku sebagai mantan ustadz, bertitel haji atau hajjah, atau anak kiai terkenal. Pengakuan-pengakuan seperti itu direkam dalam kaset dan diedarkan di tengah masyarakat.
Misalnya di Cirebon, murtadin Ev Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alias Amin Al-Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian itu palsu.
Ada lagi Ev Hj Christina Fatimah alias Tin Rustini alias Sutini alias Bu Nonot, pemberita Injil dengan memperalat Al-Quran di Gereja Bethel Pasir Koja, Bandung. Mengaku pernah berkali-kali menunaikan ibadah haji. Menurut penuturan Sumarsono, mantan suaminya, Sutini tidak pernah belajar di pesantren. Selama berkeluarga tidak pernah shalat. Memang dia pernah pergi ke Arab Saudi, bukan untuk ibadah haji tetapi menjadi TKW.
Banyak lagi kaset-kaset yang berisi rekaman kesaksian palsu, misalnya kesaksian HA Poernama Winangun alias H Amos, Pdt R Muhamad Nurdin, Pdt M Mathius, Pdt Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F Intan Duana, dan Ev Paulus Marsudi.
Sekolah dan Tawaran Kerja
Biaya sekolah yang kian mahal juga dimanfaatkan untuk menjerumuskan kaum Muslimin. Mereka mendirikan sekolah (yang seolah-olah) Islam, seperti Institut Teologi Kalimatullah Jakarta yang dikelola Yayasan Misi Global Kalimatullah. Juga ada Sekolah Tinggi Teologi (STT) Apostolos Jakarta, yang mempunyai kurikulum Islamologi bermuatan 40 sks.
Lapangan kerja juga menjadi lahan subur. Ini misalnya dilakukan pasangan misionaris Robert Antony Adam dan Traccy Carffer di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Warga Amerika Serikat yang terang-terangan mengaku utusan Yesus itu berhasil memurtadkan 123 orang Minang, dengan bekal jabatan konsultan kehutanan Global Partners Forestry Unit (GPFU). Robert-Traccy yang masuk Pesisir Selatan sejak Desember tahun silam, menawarkan rekayasa teknologi tepat guna pemberdayaan jati emas, pala super, dan kapas transgenik. Robert lantas menjual bibit jati mas, pala, dan kapas dengan harga 50% lebih murah daripada harga pasaran. Kalau mau dapat gratisan, bisa saja. “Asal masuk Kristen,” ujar Masrizal, aktivis dakwah di Pesisir Selatan. Banyak warga yang tergiur dan akhirnya menjual keyakinan karena terobsesi keuntungan jutaan rupiah. Untung misionaris ini segera dideportasi karena pelanggaran visa, pertengahan bulan lalu.
Kasus serupa terjadi di Bekasi. Bulan April lalu terbongkar praktik kristenisasi berbungkus lapangan kerja. Sekitar 50 orang Muslim asal Gorontalo dibawa ke Bekasi dengan janji akan dipekerjakan dan diberi beasiswa oleh Yayasan Dian Kaki Emas. “Tapi setelah sampai di sini, mereka dididik dan dipaksa pindah agama Kristen oleh Pendeta Edi Sapto,” ungkap Hamdi, Ketua Divisi Khusus Forum Bersama Ummat Islam, dalam acara konferensi pers di Masjid Al Azhar, Klender Jakarta Timur.
Warga Muslim itu disekap, didoktrin ajaran Kristen, disuruh ikut kebaktian, dan dilarang shalat. Mereka juga diwajibkan memelihara babi-babi yang ada di kompleks yang berdiri di atas tanah seluas 5 hektar itu. Akhirnya kompleks kristenisasi terselubung itu digerebeg warga dan aparat.
Dukungan Tokoh “Muslim” Liberal (JIL)
Proyek kristenisasi ternyata mendapat `dukungan’ dari beberapa orang yang sering disebut cendekiawan Muslim. Tokoh-tokoh ini memperkenalkan paham liberalisme dan pluralisme yang kerap mengusung slogan `membangun dunia baru’, dengan penyatuan agama dan melepaskan fanatisme agama. Salah satunya adalah Prof DR Said Agil Siradj, MA. Gagasan pluralnya antara lain tampak dalam pengantar buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam. Buku ini dikarang oleh Bambang Noorsena, pendiri Kanisah Ortodoks Syiria (KOS) di Indonesia.  Di situ Said Agil menulis bahwa KOS tidak berbeda dengan Islam. Secara al-rububiyyah, KOS mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang harus disembah. Secara al’uluhiyyah, telah mengikrarkan Laa ilaha ilallah (Tiada Ilah selain Allah) sebagai ungkapan ketauhidannya. Jadi dari tauhid sifat dan asma Allah secara substansial tidak jauh berbeda dengan Islam. Perbedaannya, menurut Said Agil, hanya sedikit. Jika dalam Islam (Sunni) kalam Tuhan yang Qadim itu turun kepada manusia (melalui Muhammad) dalam bentuk Al-Quran, maka dalam KOS kalam Tuhan turun menjelma (tajassud) dengan Ruh al-Quddus dan perawan Maryam menjadi Manusia (Yesus). Perbedaan ini tentu saja sangat wajar dalam dunia teologi, termasuk dalam teologi Islam. “Pandangan seperti itu merupakan salah satu bentuk penghancuran aqidah,” timpal Abu Deedat.
Tokoh lainnya adalah DR Nurcholis Madjid. Dalam buku Pluralitas Agama, Kerukunan dalam Keragaman, Cak Nur menjelaskan bahwa pengikut Isa Almasih menyebut kitab Injil sebagai Perjanjian Baru berdampingan dengan kitab Taurat yang mereka sebut sebagai Perjanjian Lama. Kaum Yahudi tidak mengakui Isa Almasih dengan kitab Injil-nya, menolak ide Perjanjian Lama ataupun Perjanjian Baru itu, namun Al-Quran mengakui keabsahan keduanya sekaligus. Dengan nada agak tinggi, Abu Deedat menyebut pendapat Cak Nur itu sebagai upaya pendangkalan aqidah. “Para pengikut Nabi Isa as (kaum Hawariyun) tidak pernah menyebut Injil sebagai kitab Perjanjian Baru. Nabi Isa sendiri tidak pernah menerima atau mengetahui kitab Perjanjian Baru karena Injil yang diturunkan Allah kepada Nabi Isa bukanlah Perjanjian Baru yang isinya kebanyakan surat-surat Paulus yang sangat bertentangan dengan ajaran Nabi Isa itu sendiri,” katanya.
Selain kedua tokoh di atas, Abu Deedat juga memasukkan Alwi Shihab sebagai tokoh pluralis. Sementara Adian Husaini dalam Islam Liberal menunjuk beberapa nama seperti dosen-dosen Universitas Paramadina (Komaruddin Hidayat, Budhy Munawar Rahman, Luthfi As-Syaukanie), dosen UIN Syarif Hidayatullah (Azyumardi Azra, Muhammad Ali, Nasaruddin Umar), dan beberapa nama lain yang menjadi kontributor Jaringan Islam Liberal.
Menurut Adian yang juga anggota Komisi Kerukunan antarumat Beragama MUI, melalui pluralisme, ummat Islam diprovokasi agar melapaskan aqidahnya. Tidak lagi meyakini agamanya saja yang benar, dan kemudian diajak untuk mengakui bahwa agama Kristen juga benar. “Teologi pluralis sebenarnya adalah pembuka pintu bagi misi Kristen dan sejalan dengan imbauan Paus Yohanes Paulus II agar misi Kristen terus dijalankan,” ujarnya.
Kaum Kristen juga tak segan-segan “menyerang” tokoh-tokoh Muslim yang dikenal sebagai pejuang tegaknya syariat Islam. Misalnya KH Kholil Ridwan (Ketua Badan Kerjasama Pondok Pesantren Indonesia) dan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafii (Pimpinan As-Syafiiyah, Jakarta).
Sekitar 5 bulan lalu, keduanya mendapat kiriman brosur dari STT Apostolos. “Isinya tidak secara langsung mengajak kepada agama Kristen, namun mengajak saya agar masuk ke dalam Apostolos. Itu artinya Apostolos mengajak saya untuk masuk ke dalam agama Kristen,” kata Abdul Rasyid.
Abdul Rasyid segera melaporkan kejadian itu kepada aparat, sebab cara itu sudah melanggar ketentuan hukum, yakni larangan mengajak ummat suatu agama untuk masuk ke agama lain. Kemudian ada pemberitahuan dari aparat bahwa pihak Apostolos melalui Pdt Yusuf Roni membantah telah mengirim surat dan brosur itu.
“Terlepas dari benar tidaknya bantahan itu, yang jelas apa yang saya alami merupakan indikasi bahwa sasaran kristenisasi tidak hanya kalangan akar rumput, tapi juga ulama dan tokoh masyarakat,” ujar Abdul Rasyid.
Yerikho 2000 dan Doa 2002
Misi Kristen di Indonesia didukung oleh kekuatan dana yang sangat besar, di antaranya melibatkan konglomerat keturunan Cina, James T Riady (bos Grup Lippo). Seperti terungkap di majalah Fortune (16 Juli 2001), James berencana membangun seribu sekolah di desa-desa miskin di Indonesia. James bekerjasama dengan Pat Robinson (misionaris dunia) juga akan mendirikan organisasi jaringan umat Kristiani.  Hebatnya, ummat Islam secara tidak sadar turut mendukung cita-cita besar James T Riady. Antara lain dengan menjadi nasabah Bank Lippo, belanja di Mal Lippo, membeli rumah di Lippo Karawaci dan Cikarang, berobat ke RS Siloam, pelanggan Lippo Shop, Link Net, Lippo Star, Kabel Vision, dan Asuransi Lippo.
Indonesia memang akan dijadikan pusat perkembangan Kristen di Asia Pasifik. Demikian kata Pdt George Anatorae dari The Lord Familly Church Singapore dalam seminar kerjasama Global Mission Singapore dan Galilea Ministry Indonesia, di Hotel Shangrila Jakarta (9-12 Juni 1998). Sejauh mana keberhasilan program itu, perlu diteliti lebih lanjut. Yang pasti, data tahun 1999 menunjukkan jumlah umat Islam di Indonesia anjlok dari 90% menjadi 75% (Siar No 43, 18-24 November 1999).
Keberhasilan itu berkat kerja keras 38 agen kristenisasi, 1573 misionaris pribumi, 62 misionaris asing, dan 421 misionaris lintas kultural (data dari Operation World 2001 yang dihimpun India Missions Association, Japan Evangelical Assocation, dan Korea Research Institute for Missions).
Salah satu lembaga yang gencar melaksanakan kristenisasi adalah Doulos World Mission (DWM). Saat ini DWM sedang melaksanakan Proyek Yerikho 2000, yaitu program pengkristenan wilayah Jawa Barat, dengan sentra kegiatan digerakkan di kawasan pinggiran Jakarta.
Proyek ini bertujuan “mewujudkan Kerajaan Allah di bumi Parahyangan menyongsong abad XXI”. Menurut Hendrik Kraemer, peneliti dan penginjil dari Belanda, Jawa Barat adalah wilayah “paling gelap” di Indonesia dan sangat tertutup bagi Injil. Karena itu aktivis DWM bertekad, “Kita harus merebut tanah Pasundan bagi Kristus.”
Yerikho 2000 juga digerakkan di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Pusat kegiatan DWM berada di kawasan Rawamangun (Jakarta Timur) dan Tangerang (Banten).
Program lainnya adalah Doa 2002, yang dilaksanakan sejak tanggal 19 Oktober 2001 sampai 6 Desember 2002. Secara khusus program ini menyebut beberapa komunitas Muslim sebagai objek kristenisasi. Di antaranya adalah suku Kaili Ledo (Sulawesi Tengah), Melayu Riau, Betawi, Aceh, Melayu Kalimantan, Tenggarong Kutai, Bima, Maluku, Banda, dan Papua. Rencana program Doa 2002 tertuang dalam buku 40 Hari Doa Bangsa-Bangsa yang telah diterjemahkan ke dalam 35 bahasa di dunia.
Muslim Betawi misalnya, harus didoakan oleh segenap orang Kristen pada tanggal 9 November 2001 lalu. Itu perlu dilakukan agar hati Bapa mengasihi dan merindukan orang Betawi. Selain itu, agar Bapa mengutus duta-duta kerajaan-Nya untuk mengembangkan pelayanan kesenian Betawi, literatur, dan radio dalam bahasa Betawi. Juga, agar Tuhan mencurahkan kuasa-Nya dan mengubah kehidupan orang-orang yang berpengaruh dalam suku Betawi, baik para penyanyi, penari, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan wanita.
Secara khusus, orang Kristen mendoakan Presiden Megawati dan beberapa pemimpin dunia. Harapannya, agar Megawati (dan para pemimpin) mendapat pewahyuan tentang Ketuhanan Yesus dan keluarganya datang mengenal Kristus.
Duta-duta Injil juga sedang menggencarkan ritual Doa 5 Patok. Yakni meningkatkan doa 5 kali sehari dengan pelaksanaan minimal 30 menit lebih awal sebelum waktu shalat (bagi orang Islam). Tujuannya adalah untuk mengadakan penghadangan ruhani sekaligus pembersihan atmosfir ruhani agar kaum Muslimin dapat menerima Yesus.
Ritualnya dilaksanakan sebelum waktu shalat ummat Islam, yakni subuh (mulai 03.15-selesai), pagi (10.30-selesai), siang (14.00-selesai), sore (17.00-selesai), dan malam (18.00-selesai). Pada Kamis malam, dilakukan doa semalaman dan peperangan ruhani sambil berkeliling kota/lokasi tertentu. Awas, hati-hati!• (ahmad, dodi nurja, amz, pam)
Peta Kristenisasi Dunia (klik untuk memperbesar gambar)
Kristenisasi melalui kesaksian-kesaksian Palsu via mantan muslim (murtadin) palsu
Tahun 1974, GPIB Maranatha Surabaya digegerkan oleh kasus pelecehan agama oleh Pendeta Kernas Abubakar Masyhur Yusuf Roni. Dalam ceramahnya, sang pendeta itu mengaku ngaku sebagai mantan kiyai, alumnus Universitas Islarn Badung dan pernah menjadi juri MTQ Internasional. Dia tafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an secara sangat ngawur. Kaset rekaman ceramah tersebut kemudian diedarkan secara luas kepada umat Islam.
Setelah diusut tuntas, ternyata pengakuan pendeta itu hanyalah bohong belaka Yusuf Roni teryata tidak bisa baca Al-Qur’an. Dengan kebohongannya itu, Pendeta Pembohong Yusuf Roni diganjar penjara 7 tahun di Kalisosok, Surabaya.
Ketika orang sudah banyak melupakan kasus pelecehan Yusuf Roni, di Jakarta muncul pelecehan plus seribu dusta yang baru. Seseorang yang menamakan dirinya Pendeta Hagai Ahmad Maulana mengaku sebagai putra kandung kesayangan KH. Kosim Nurzeha. Ceramahnya di gereja pun beredar luas di kalangan masyarakat. Setelah diselidiki, terkuaklah kebohongan besar pendeta Hagai Ahmad Maulana. Sebab belum pernah istri KH. Kosim Nurzeha melahirkan Ahmad Maulana.
Di Padang, trik yang sama dipakai untuk menggoyang akidah umat. Seseorang yang menamakan dirinya Pendeta Willy Abdul Wadud Karim Amrullah, namanya menjadi naik daun di dunia pemurtadan Kristenisasi, setelah mangaku adik kandung ulama besar pakar tafsir, Yang Mulia Almarhum Buya Hamka.
Orang awam banyak yang percaya tanpa cek dan ricek. Langsung yakin begitu saja dengan pengakuan bahwa adik kandung Buya Hamka itu sudah murtad ke Kristen.
Setelah diselidiki, ternyata pengakuan itu adalah kebohongan yang sangat besar. Salah seorang putra Buya Hamka menyatakan bahwa sepanjang hayatnya, dia tidak pernah punya paman yang namanya Willy Abdul Wadud Karim Amarullah.
Di Cirebon, murtadin Danu Kholil Dinata Ev. Danu Kholil Dinata alias Theofilus Daniel alis Amin Al Barokah, mengaku sebagai sarjana agama Islam, yang pindah menjadi pemeluk Kristen setelah mempelajari Nabi Isa versi Islam di STAI Cirebon. Setelah dilacak, ternyata ijazah sarjana yang dipakai untuk kesaksian adalah PALSU.
Para murtadin pembohong lainnya adalah Drs. H. A. Poernomo Winangun alias Drs. H. Amos, Ev Hj. Christina Fatimah alias Tin Rustini (nama asli dikampung Sutini alias Bu Nonot, Pdt. Rudy Muhammad Nurdin, Pdt. M. Mathius, Pdt. Akmal Sani, Niang Dewi Ratu Epon Irma F. Intan Duana Paken Nata Sastranagara (Ev. Ivone Felicia IDp.). Mengaku telah mengkristenkan 60 kiyai Banden, dll.